YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

Senin, 16 April 2012

"Hidup itu cuma sebentar aja kan ya? Sementara, ga abadi, akan berakhir suatu saat nanti."

Heninggar Septiantri (via kuntawiaji)

I want to have a boyfriend like Landon Carter in A walk to remember..

Someone that won’t be afraid to be with me in front of everybody…

Someone that learn something just to make me happy…

Someone that won’t be afraid to talk with my parents about our relationship…

Someone that if I think of him only good things come outta my mind…

Someone that will stay with me in all my moments: good or bad…


With this little someone especial is with whom I want to marry when I grow up…


And be happy for the rest of my life…

(via japaneseapple)

Minggu, 01 April 2012

Strong people know how to keep their life in order. Even with tears in their eyes, they still manage to say "I AM OKAY" with a smile J




Sabtu, 31 Maret 2012

RUMUZ

The Hunger Games - Perjalanan Menuju Bestseller


Seperti apa rasanya kelaparan selama  2,5 tahun? Hm, saya jadi membayangkan derita Katniss yang bertahun-tahun menanggung beban menghidupi keluarganya. Dia berburu sejak usianya 12 tahun untuk memberi makan adik dan ibunya. Dan ketika adiknya terpilih menjadi peserta The Hunger Games, di mana anak-anak berusia 12 sampai 18 tahun diharuskan bertarung sampai mati di arena, Katniss Everdeen mengajukan diri menjadi sukarelawan menggantikan sang adik.
Dua setengah tahun berlalu sejak The Hunger Games pertama kali diterbitkan di Indonesia pada bulan Oktober 2009. Di Amerika Serikat sendiri, novel trilogi karya Suzanne Collins ini pertama kali terbit tahun 2008 dengan oplah cetakan pertama 200.000 eksemplar. Sejak saat itu saya menanti novel trilogi bestseller di Amerika Serikat ini menjadi buku laris di Indonesia. 
Ketika pertama kali memutuskan untuk menerbitkan The Hunger Games, buku aslinya yang berbahasa Inggris baru saja terbit di Amerika Serikat. Kala itu, The Hunger Games belum meniupkan terompet emasnya ke jenjang buku laris. Tapi saya membacanya dan jauh di dalam lubuk hati saya ada sepercik keyakinan bahwa buku ini akan jadi buku laris mega bestseller selevelTwilight dan Harry Potter. Saat itu pula, walau bukunya belum habis saya baca, saya tidak bisa membayangkan ada orang lain yang menerjemahkan buku ini selain saya. Rasanya nggak rela… saya keburu jatuh hati pada Katniss dan Peeta.
Tapi ternyata respons pasar di Indonesia kala itu dan ketika menerbitkan buku keduanya—Catching Fire—setahun berikut pada tahun 2010, seperti kerupuk yang kena angin… alias melempem. Padahal saya sudah yakin seyakin-yakinnya bahwa Trilogi The Hunger Games akan jadi buku laris. 
Puncaknya adalah ketika pada awal tahun 2011, sejumlah toko buku Gramedia memutuskan mengobral buku yang (semestinya) laku keras itu, demi menghabiskan stok. Di gudang sendiri masih ada ribuan buku yang nangkring bergeming manis di angka menakjubkan. Jangan tanya seperti apa deh saya setiap kali rapat menyinggung The Hunger Games tahun lalu. Mau nangis malu, mau ngumpet nggak ada meja yang cukup besar untuk bersembunyi.
Masalah besar bagi saya adalah, saya masih yakin bahwa The Hunger Games akan  jadi buku laris. Tak ada keraguan sedikit pun dalam hati bahwa ini buku yang bagus, cuma pembaca memang belum tahu saja. Walaupun jika dilihat dari angka penjualan saya seperti mengawang-awang mimpi di siang bolong. Tapi kadang ada sedikit percik keyakinan setiap kali ada yang bilang betapa dia menyukai The Hunger Games.
Jika ditanya bagaimana saya bisa yakin kenapa buku ini bagus dan kenapa harusnya jadi laris, saya harus becerita sedikit tentang almarhum Listiana Srisanti, atasan pertama saya ketika masuk Gramedia Pustaka Utama. Tentang betapa yakinnya beliau pada Harry Potter ketika semua orang ragu bagaimana mungkin anak-anak mau membaca buku tentang penyihir yang tebalnya 500 halaman? Beliau mengajari saya untuk percaya pada kata hati dan insting. Dan inilah yang saya lakukan terhadap The Hunger Games. Saya merasa belum saatnya menyerah. 
Keberuntungan akhirnya berpihak pada saya, ketika Lionsgate memutuskan untuk memfilmkanThe Hunger Games dan dirilis Maret 2012. Kami sengaja mengundur waktu terbit Mockingjay(buku ketiga The Hunger Games) walau segelintir fans fanatik sudah meneror karena seharusnyaMockingjay terbit Juni 2011. Pengunduran rilis sampai Januari 2012 memang tujuannya untuk mendompleng popularitas film. Karena kalau trilogi ini sudah terbit setengah tahun lalu, kemudian dicap sebagai buku “bergeming” di toko buku, matilah saya seperti dicabik-cabik mutt.
Tanggal 22 Maret 2012 film The Hunger Games sudah dirilis di Indonesia bersamaan dengan terbitnya cover film buku ini. Kini, bahkan anak SD-SMP berlomba-lomba membacanya. Kini, bahkan beberapa toko buku kehabisan stok The Hunger Games karena banyaknya permintaan. Kini sudah saatnya saya bisa mengembuskan napas lega yang sudah saya tahan selama 2,5 tahun. 
Editor tidak hanya bekerja dengan kata-kata. Editor yang baik itu memiliki insting dan penciuman terhadap buku laris jauh sebelum buku itu menjadi laris, demikian ucapan  Mbak Listiana sebelas tahun lalu ketika saya masih anak baru. Kalimat tersebut selalu menjadi panduan saya memilih buku untuk diterbitkan. Dari The Hunger Games juga saya belajar bahwa kita tidak bisa memaksakan bestseller. Pembaca tidak bodoh, mereka tahu mana buku bagus, tapi kadang memang “odds (not yet) in our favor”. Tapi saya percaya buku bagus akan menemukan jalannya ke hati pembaca dan mendekam di sana.
Saat tulisan ini dibuat, The Hunger Games masuk cetakan keempat dan akan dirilis boxsetnya tanggal 2 April 2012 di Indonesia. Film Catching Fire akan rilis November 2013. Hingga saat itu tiba… kita masih punya banyak waktu untuk mengejar ketinggalan. Sampai saat ini, buku The Hunger Games sendiri sudah terjual 24 juta eksemplar di Amerika Serikat saja, duduk selama 160 minggu di daftar buku laris NY Times, dan telah diterjemahkan ke 26 bahasa dan dijual ke 43 negara.
Buat teman-teman yang sudah membaca novel The Hunger Games sebelum tahu ada filmnya, salam 3 jari untuk kalian. Buat yang baru baca, kini dimulailah The Hunger Games yang ke-74. Semoga keberuntungan menyertai kalian semua.
@HetihRusli, Maret 2012

Jumat, 30 Maret 2012

Maddi Jane!

Quote from Eiffel I'm in Love

Adit:   Kamu punya cita-cita? 

Tita: Aku pingin jadi pramugari, aku juga pingin jadi puteri kerajaan. 

Tita: ...tapi, cita-cita yang paling aku mau, aku nikah, kayak Bunda sama Papa. Aku pingin punya suami yang baik kayak Papa. Dan aku pingin dilamar kayak di TV. Nanti kita punya 10 anak dan aku dipanggil Bunda, deh 
Adit: Siapa yang jadi suaminya? 
Tita: Aku juga nggak tau. Tapi aku pingin punya suami yang baik dan bilang cinta ke aku setiap hari. Dan kita hidup bahagia 
Adit: Itu yang paling kamu mau? 
Tita: Iya, kalo kamu cita-citanya apa? 
Adit: Nggak tau 
Tita: Masa nggak tau? Kalo kita nggak punya cita-cita, kita harus bikin. Apa yang kamu mau sekarang? 
Adit: Aku...mau bikin cita-cita kamu jadi beneran 
Tita: Iya? Asiiiik! Tapi, mau cita-citaku yang mana? 
Adit: Yang terakhir kamu ceritain 
Tita: Janji ya? 
Adit: Janji...
"Kami masyarakat Papua setuju kenaikan harga BBM. Menjadi Rp 6.500,00/liter pun nggak masalah, yang penting di SPBU jangan kosong. Toh kami terbiasa membeli bensin eceran yang harganya Rp 18.000,00 lebih setiap harinya. Bahkan kalau lagi kosong, kami biasa beli sampai Rp 70.000,00/liter. Jadi kalian masyarakat Pulau Jawa sebelum melakukan demo harga BBM naik, coba pikirkan nasib kami yang tinggal di Papua. Minyak kalian sedot untuk supply ke Pulau Jawa, sedangkan kami kekosongan bahkan kosongnya kadang-kadang sampai berminggu-minggu sudah hal biasa. Kalian di Pulau Jawa baru naik Rp 1.500,00 dan kekosongan di SPBU 1 atau 2 hari sudah ribut luar biasa, sampai berbuat anarkis dan diliput media. Ingat!!! Indonesia bukan hanya Pulau Jawa."


(Source: facebook.com)

Jumat, 27 Januari 2012



"Apa pun sakit yang kamu rasakan sekarang, selalu sebanding dengan apa pun kebahagiaan yang nanti akan kamu dapatkan. Tapi, tetap tergantung dengan apa kamu bisa bertahan dengan sakit yang sekarang atau tidak. Tetap tergantung dengan bagaimana kamu memutuskan apa hidupmu berhenti di sakit ini, atau membiarkannya terus berjalan. Tidak ada yang mengatakan ada hidup seseorang yang dari awal sampai mati terus bahagia, bukan? Pasti ada sakitnya juga. Mungkin, seperti apa yang kamu rasakan sekarang. Mungkin."

 -- namarappuccino

Minggu, 22 Januari 2012

"Kita. Kita ibaratkan layang-layang.. Jangan terlemahkan oleh angin permasalahan. Layang-layang mampu terbang tinggi karena berani melawan angin. Hanya layang-layang yang putus oleh benang yang hanyut oleh angin."

Sabtu, 21 Januari 2012

"Segelap dan sedingin apa pun malam, pagi akan

 selalu datang lagi. Seperti itu juga kebahagiaan." 


— Erick Namara (via @ericknamara)

Jumat, 23 Desember 2011

Grace de Gracious....

Hana Tajima...My New Inspirator in Hijabi Style

It was three days ago when I was looking for a new style for my veil...actually I'm looking for a new Hijabi Style. I was googling it but I found nothing to make me satisfied...and then I saw HANA TAJIMA at StyleCovered . She is amazingly charming....

Hana Tajima

At first I thought she's from Malaysia, but I was wrong coz she is Eurasian (Japanese-British). And she has the same age with me 23...God, she is impressing me so much in her age and with her talent in fashion. She converted to Islam 5 years ago and she really wanna do Islamic Syar'i in the right way, including wearing hijab (veil).




wide lag jeans and loose trouser


maxi dress moslem fashion


headsraft hijab style


vintage style




stripped style


Tokoh Indonesia ;)

Michelle Wibowo, Koki Indonesia Pembuat Kue Pengantin Pangeran William


BERITA mengenai pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton merajai halaman media ketika peristiwa itu.
Mulai dari konsep pernikahan, gaun pengantin yang akan digunakan, hingga tamu undangan yang direncanakan hadir, semua ramai dibahas. Dari pernikahan terakbar tahun ini, muncul sebuah kabar membanggakan.

Michelle Wibowo, seorang koki asal Semarang, baru-baru ini ditunjuk sebagai pembuat kue pengantin untuk pernikahan Pangeran William – Kate. Penunjukkan Michelle sebagai koki pernikahan kerajaan ini dimulai dari keikutsertaannya dalam kompetisi yang diadakan Ideal Home Show di Earls Court London. Dalam kompetisi ini, Michelle keluar sebagai Ideal Home Cake Decorator of the Year.


 “Saya menggunakan kesempatan ini untuk melakukan sesuatu yang lain, berbeda dari kue pernikahan pada umumnya. Suatu tantangan bagi saya untuk membuat cake seperti ini. Diperlukan kerja keras, tapi saya menikmatinya,” tutur Michelle pada situs MSN UK, pekan lalu.

Dalam kompetisi itu, Michelle menghabiskan lebih dari 80 jam untuk membuat sebuah cake berbentuk wajah Pangeran William dan Kate Middleton. Kue yang diukir dalam bentuk 3 dimensi ini dilapisi selai apricot, 10 kg marzipan dan 10 kg icing sugar. Setelah dilapisi icing sugar, cake ini kemudian diwarnai melalui teknik airbrush agar warnanya lebih terlihat nyata.

 Keunikan kue kreasi wanita yang berdomisili di Burgress Hill, West Sussex ini menarik perhatian anggota kerajaan dan menjadikan Michelle sebagai pembuat cake di pernikahan William – Kate, 29 April mendatang.

Siapa Michelle?
 Di kesehariannya, Michelle sibuk mengelola Michelle Sugar Art Limited, perusahaan di bidang kuliner yang didirikannya sejak 2007 lalu. Walau lulus sebagai sarjana Arsitektur dari Universitas Parahyangan, profesi racik-meracik kue rupanya lebih menarik perhatian Michelle. Setelah lulus kuliah, Michelle mendalami seni membuat kue melalui kursus di tahun 2001.

 Dalam laman resminya, michellecakes.co.uk, Michelle berbagi resep suksesnya sebagai koki profesional. Sepanjang tahun 2002-2005, Michelle melatih kemampuannya dalam menghias kue ke sejumlah toko kue di penjuru London. Kerja kerasnya ini semakin mengasah kreativitasnya. Selama periode ini, tak kurang dari 2000 cake lahir dari tangan dinginnya.

 2005 silam, Michelle mendirikan studio pertamanya yang mengambil spesialisasi dalam Sugar Modeling dan Custom Made Novelty Cakes, sambil terus bekerja sebagai koki freelance di sejumlah tempat. November 2006, Michelle memenangkan dua penghargaan emas dari Hospitality Show atas karyanya yang bertajuk Chinese Dragon dan Mermaid on A Rock.

 Selamat ya, Michelle. Kami di Indonesia turut bangga.